Tepatnya pukul 05.00 WIB, gue bangun dari mimpi panjang yang sangat indah. Tapi, gue ngerasa ada yang aneh. Suhu tubuh gue meningkat, terus gue ngerasa keseimbangan tubuh gue lemah alias pusing. Kepala gue terasa agak berat dari biasanya. Ditambah tenggorokan yang terasa sangat gatal.
Saat gue pegang jidat, oh! terasa lebih hangat dari yang kemarin.
apa yang terjadi dengan gue?!
jadi, gue cepat-cepat bangun dari tempat tidur dan bertanya-tanya ke nyokap.
"Mom, kok hari ini aku ngerasa nggak enak badan, ya?"
"hm... ada apa?"
"ini, coba rasa jidat ku. hangat, kan?" gue coba meyakinkan nyokap.
"..... ah, nggak juga. masih bisa sekolah kok."
"ah? yang benar? hm... ya sudah lah. mama yakin kan kalo aku nggak kenapa-napa?"
"yakin deh. oh, iya. apa yang kamu rasakan sekarang? sakit tenggorokan gak?"
"iya. ini tenggorokan rasanya gatal banget."
"mungkin kamu kena flu, sayang"
-------diam seketika----------
-------diam seketika----------
"oh, cuma gejala flu.. ah, gakpapa deh. ntar juga sembuh sendiri."
MUNGKINKAH SEMUA YANG GUE RASAKAN SEKARANG ADALAH TANDA-TANDA FLU?
Let's Googling !! :D
Menurut wikipedia, ini dia nih gejala orang yang terserang Influenza atau yang biasanya disebut Flu.
Tanda dan gejala
Demam dan perasaan dingin yang ekstrem (menggigil, gemetar) Gejala influenza dapat dimulai dengan cepat, satu sampai dua hari setelah infeksi. Biasanya gejala pertama adalah menggigil atau perasaan dingin, namun demam juga sering terjadi pada awal infeksi, dengan temperatur tubuh berkisar 38-39 °C (kurang lebih 100-103 °F). Banyak orang merasa begitu sakit sehingga mereka tidak dapat bangun dari tempati tidur selama beberapa hari, dengan rasa sakit dan nyeri sekujur tubuh, yang terasa lebih berat pada daerah punggung dan kaki. Gejala influenza dapat meliputi :
- Batuk
- Hidung tersumbat
- Nyeri tubuh, terutama sendi dan tenggorok
- Kelelahan
- Nyeri kepala
- Iritasi mata, mata berair
- Mata merah, kulit merah (terutama wajah), serta kemerahan pada mulut, tenggorok, dan hidung
- Ruam petechiae
- Pada anak, gejala gastrointestinal seperti diare dan nyeri abdomen, (dapat menjadi parah pada anak dengan influenza B)
Dan, dari 9 gejala yang dijelaskan, gue hanya merasakan 3 gejala. Batuk, pasti. Hidung sumbat, ganggu banget nih !. Nyeri tenggorokan, alias gatal bangeeet !
PLEASE DEH ! SEBENARNYA PENYAKIT YANG GUE ALAMI SEKARANG INI APA SIH? PILEK, ATAU FLU?
gue memutuskan untuk searching lagi.
hasilnya sangaaaattt memuaskan! :D
Masyarakat sering mencampuradukkan istilah pilek (selesma) dan flu. Keduanya adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang sama-sama disebabkan oleh virus. Namun, jenis virus yang menjadi penyebabnya berbeda. Ada lebih dari 200 jenis virus penyebab pilek dan hanya ada beberapa jenis virus penyebab influensa. Itulah mengapa tersedia vaksin untuk flu, namun tidak ada vaksin untuk pilek. Mustahil untuk menyediakan vaksinasi bagi 200 lebih jenis virus penyebab pilek.
Gejala keduanya memang serupa, tetapi tidak sama. Gejala pilek umumnya lebih ringan dibandingkan gejala flu dan berkembang secara perlahan, antara lain demam sampai 39°C, hidung meler atau tersumbat (sering dengan ingus berwarna kuning kehijauan), sakit tenggorokan, batuk, bersin, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala dan mata berair.
Gejala flu biasanya muncul tiba-tiba dan lebih serius, mencakup demam sampai 39°C, hidung tersumbat, mual, menggigil dan berkeringat, kelelahan, nyeri otot (terutama di lengan, punggung dan kaki), batuk kering yang sering dan intens, sakit kepala dan kehilangan nafsu makan.
Obat pilek dan flu
Tidak ada obat untuk pilek. Anda hanya dapat membiarkan sistem imun tubuh Anda bertempur melawan virus penyebabnya. Banyak pasien pilek mengunjungi dokter karena berharap untuk mendapatkan antibiotik. Itu adalah pemahaman yang keliru karena antibiotik tidak bermanfaat untuk infeksi virus. Berbagai iklan TV mungkin mengklaim bahwa obat mereka dapat menyembuhkan pilek dan flu. Itu adalah klaim yang berlebihan. Obat-obatan itu hanyalah meringankan gejala, tidak menyembuhkannya. Mereka tidak bisa membuat Anda lebih cepat sembuh. Oleh karena itu, Anda tidak perlu mengambil obat pilek dan flu hanya karena Anda merasakan gejalanya. Semua obat memiliki efek samping. Jika gejala Anda tidak terlalu mengganggu, Anda tidak perlu mengambil obat.
Jadi, intinya, gue mengidap PILEK , guys. hehehe :D
TERUS TERUS, KENAPA PAS KITA LAGI PILEK, KITA AKAN MENGELUARKAN LENDIR ALIAS "INGUS" YA ?? Let's Googling again ;)
Ingus umumnya dihasilkan oleh lapisan sel pada saluran sinus. Rata-rata tubuh memproduksi 1-2 liter ingus per hari. Ini untuk menjaga membran nasal tetap lembab, selain itu ingus juga untuk melawan infeksi dan iritasi.
Seperti dikutip dari eHow, Jumat (7/8/2009), ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang memiliki ingus berlebih, yaitu:
Infeksi
Ingus yang dihasilkan secara normal dihubungkan dengan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Ini juga merupakan suatu cara untuk menyingkirkan benda asing yang mungkin bisa menyebabkan infeksi. Tubuh cenderung untuk merangsang produksi ingus dan mempertinggi pertahanan terhadap serangan hebat menular dari benda-benda yang dirasakan asing oleh tubuh.
Iritasi dan polusi
Terkena paparan asap, debu dan gas yang menyengat seperti sulfur dioksida dan nitrogen dioksida menyebabkan ingus menetes secara berlebihan. Ini juga yang mengakibatkan pembengkakan dari saluran nasal dan rhinitis.
Reaksi dari makanan
Mengonsumsi makanan sehari-hari yang terlalu pedas atau menyengat menyebabkan ingus tidak terkontrol. Reaksi terhadap suatu alergi dari makanan tertentu menghasilkan kekakuan nasal dan ingus turun dari hidung ke tenggorokan.
Mengonsumsi susu dan produk telur bisa memperburuk gejala alergi makanan tersebut. Mengonsumsi secara terus menerus makanan yang alergi akan memicu produksi ingus berlebih.
Faktor lingkungan
Hidup pada daerah yang kering atau lingkungan yang terlalu dingin, juga bisa memicu produksi ingus yang berlebih. Akibatnya ingus bisa menetap pada tenggorokan yang akan menjadi tempat yang ideal untuk berkembang biak bakteri atau virus patogen.
Kebiasaan tidak sehat
Kebiasaan ini meliputi merokok dan mengonsumsi alkohol. Asap rokok, alkohol dan kafein bisa mengakibatkan iritasi dan peradangan pada membran sehingga meningkatkan pengeluaran ingus.
Seperti dikutip dari eHow, Jumat (7/8/2009), ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang memiliki ingus berlebih, yaitu:
Infeksi
Ingus yang dihasilkan secara normal dihubungkan dengan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Ini juga merupakan suatu cara untuk menyingkirkan benda asing yang mungkin bisa menyebabkan infeksi. Tubuh cenderung untuk merangsang produksi ingus dan mempertinggi pertahanan terhadap serangan hebat menular dari benda-benda yang dirasakan asing oleh tubuh.
Iritasi dan polusi
Terkena paparan asap, debu dan gas yang menyengat seperti sulfur dioksida dan nitrogen dioksida menyebabkan ingus menetes secara berlebihan. Ini juga yang mengakibatkan pembengkakan dari saluran nasal dan rhinitis.
Reaksi dari makanan
Mengonsumsi makanan sehari-hari yang terlalu pedas atau menyengat menyebabkan ingus tidak terkontrol. Reaksi terhadap suatu alergi dari makanan tertentu menghasilkan kekakuan nasal dan ingus turun dari hidung ke tenggorokan.
Mengonsumsi susu dan produk telur bisa memperburuk gejala alergi makanan tersebut. Mengonsumsi secara terus menerus makanan yang alergi akan memicu produksi ingus berlebih.
Faktor lingkungan
Hidup pada daerah yang kering atau lingkungan yang terlalu dingin, juga bisa memicu produksi ingus yang berlebih. Akibatnya ingus bisa menetap pada tenggorokan yang akan menjadi tempat yang ideal untuk berkembang biak bakteri atau virus patogen.
Kebiasaan tidak sehat
Kebiasaan ini meliputi merokok dan mengonsumsi alkohol. Asap rokok, alkohol dan kafein bisa mengakibatkan iritasi dan peradangan pada membran sehingga meningkatkan pengeluaran ingus.
Nah.... dapat ilmu baru nih !!
Bagi yang mengidap PILEK seperti gue, just Get Well Soon yaa!!
hahahaha
see you next time, Guys! :D
Bagi yang mengidap PILEK seperti gue, just Get Well Soon yaa!!
hahahaha
see you next time, Guys! :D
